Tuesday, August 20, 2013

Setelah Hujan

"Seperti pelangi, setia menunggu hujan reda"
Kalimat di atas adalah sepenggal lirik salah satu lagu favorit saya. Desembernya Efek Rumah Kaca. Ada yang tahu sama lagu itu? Kalau ada yang nggak tahu, kalian melewatkan satu lagu hujan yang indah #Tsah.
Saya nggak akan ngeriview lagu ini sih, karena saya sendiri nggak pinter ngeriview sebuah buku atau lagu. Saya cuma akan sedikit cerita tentang apa yang saya percaya, yang saya tanamkan dalam diri saya sendiri. Seperti lirik lagu yang di atas tadi, Saya selalu percaya sama lirik itu. Akan ada pelangi yang muncul setelah hujan reda, meskipun hujannya pakai petir dan geledak sekalipun. Analogi itu saya sering pakai dan percaya saat banyak masalah dan ujian datang menghadang. Setiap masalah atau ujian, pasti ada akhirnya. Beberapa berakhir dengan bahagia, beberapa berakhir dengan kesedihan. Tapi, kalau saya sih percaya akhir itu selalu bahagia, dengan berbagai macam bentuk dan jalan.
Kadangkala, Tuhan memang memberikan ujian dan masalah yang amat sangat berat(menurut kita sih), tapi pasti Tuhan punya alasan kenapa memberikan ujian itu ke Kita. Ya memang terkesan klise sih kalimat tadi, tapi sungguh kalimat itu benar adanya.
Jadi intinya, seberat apapun ujian yang kita alami, pasti ada penyelesaiannya dan pasti akan memberikan hikmah yang sangaaaaaat bermanfaat bagi kita :) hehe.
So, hadapi aja masalah kita, toh masalah itu nggak lebih besar dari diri kita sendiri, dan selalu libatkan Tuhan dalam setiap hal yang kita lakukan.

Saturday, July 20, 2013

Happy part 1

Am i Hapyy? Oh yes iam. I do happy :D
Sadar kalau ternyata banyak orang yang care nan menyenangkan di sekeliling kita itu sangat membahagiakan. Dan saya sangat bersyukur karena itu.
Beberapa hari ini sangat menyenangkan, meskipun cuma di rumah dan nggak kemana-kemana (Oh ya, liburan ini sangat amat membosankan sekali ketika kita nggak melakukan apapun) tapi ternyata banyak hal yang bisa bikin bahagia loh.
Contohnya? Smsan bego sama temen deket di SMA. Padahal bahasan di sms pun juga endingnya bahas jodoh yang nggak kunjung datang (Oh, poor iam), nanyain kabar, sibuk apa, dan pertanyaan standar lainnya. Yang menyenangkan itu adalah ketika saling ngeledikn seenak udelnya sendiri tentang nasib jomblo kita. Oh ya, temen saya itu jomblo juga loh, cantik pun kalem. Pokoknya tipe-tipe wanita idaman lelaki shaleh lah (ini promosi terselubung).
Herannya, kenapa saya bisa deket banget sama dia diatas sifat kami yang jungkir balik beda banget? Awalnya mungkin karena terpaksa ketika akhirnya dia duduk disamping saya dan jadi classmate abadi saya  setelah dia memutuskan pisah ranjang kursi setelah putus sama pacarnya yang dulu sekelas sama kami juga HAHAHAHA. Bisa bayangkan apa perasaannya sebelahan duduk sama manusia yang berisiknya ngalahin bapak-bapak ngeronda macam saya? Mungkin dia stress, dan mungkin pula pernah sekali dalam hidupnya-selama dia sebelahan sama saya-pengen melambaikan tangan ke kamera tanda nggak kuat (Saya tau ini hiperbolik sekali) karena punya temen se annoying ini. Tapi pada akhirnya, kami berhasil melewati ini semua, Tetap duduk bareng, cekakak cekikik nggak jelas, ngomongin si ini si itu, wisuda bareng dan tetap temenan baik sampai sekarang meskipun kita LDF (Long Distance Friendship) :3.
Kalau menurut analisis keren saya, mungkin karena sebenarnya kami ini menyayangi satu sama lain, makanya kami masih langgeng aja tuh jadi sepasang teman meskipun kami ini berbeda sifat #Ciegitu.
Udah deh, pokoknya saya seneng. Salah satunya gara-gara itu bocah. Ntaran deh saya selipin foto dia yang kece badai, kali nanti ada mas-mas engineer atau mas-mas dokter muda yang naksir sama dia, boleh kok minta bantuan saya jadi mak comblang. hehehe *evil smile*
Tampak belakang (Cantik kan)
Yang ditengah itu si Ana, yang pakai jilbab item itu Dita, yang jilbab biru, saya
Okeeee cukup sekian cerita saya hari ini. Mumpung saya lagi nggak ribet dan udah lama juga nggak ngeblog, makanya nyempetin nulis sekedarnya seperti ini. hehehehe selamat buka puasa ^^

Wednesday, May 01, 2013

Berjuang dan diperjuangkan?

Tiba-tiba pengen bahas ini, gara-gara pas di twitter pernah baca seperti ini
Jika perjuanganmu tidak dihargai, mungkin sudah saatnya kamu menghargai seseorang yang memperjuangkan kamu - -
Saya senyum aja baca kata-kata ini. Simpel tapi nggak tau rasanya ngena banget buat Saya pribadi.
Pernahkah dalam hidup Kita, kita diperjuangkan oleh orang lain? Atau malah Kita yang berjuang untuk orang lain? Jawabannya pasti pernah. Entah pada akhirnya happy ending atau sad ending, yang jelas pasti kita pernah merasakan salah satu dari kedua tersebut. Yang paling indah dan membahagiakan adalah, Kita memperjuangkan orang yang juga berjuang untuk kita. It's mean berjuang sama-sama :)
Saya pribadi pernah merasakan keduanya. Memperjuangkan dan diperjuangkan seseorang.
Saya pernah memperjuangkan seseorang dengan semampu saya, sebisa yang saya lakukan bahkan kadangkala saya sampai menghilangkan rasa ego tinggi pada diri saya(maklum saya kan aquarius) demi seseorang itu. Menampikkan rasa malu dan gengsi pun pernah, demi bisa bersama orang itu. Saya pernah mengalaminya. Meskipun pada akhirnya bukan hal membahagiakan yang saya terima, tapi saya bahagia dengan apa yang pernah saya lakukan. Berjuang untuk orang yang saya sayangi :)
Pun saya pernah merasakan yang namanya diperjuangkan. Beberapa orang pernah memperjuangkan saya, dan beberapa dari itu ada yang benar-benar membekas buat saya. Ada yang berbulan-bulan, bahkan tahunan rela menghabiskan waktunya demi memperjuangkan saya namun nggak sempat mampir di hidup saya. Terima kasih ya, telah pernah dengan sekuat tenaga mencoba memperjuangkan saya, telah rela berkorban untuk saya, dan telah membuat saya merasa spesial. Saya amat sangat bahagia karena kalian pernah dengan ikhlas meladeni tingkah dan sifat saya yang bocahnya ampun-ampunan :)
Kalau ditanya mana yang lebih saya pilih, maka saya akan memilih keduanya. Bagi saya, sangat membahagiakan kalau kita berjuang untuk orang yang juga sedang memperjuangkan kita. Sama-sama ngerasain gimana susahnya berjuang dan ngerasain betapa spesialnya kita karena diperjuangkan itu manis sekali :') Sampai detik ini pun saya masih suka berkhayal suatu saat saya akan merasakan itu. Berjuang dan diperjuangkan oleh dan untuk orang yang sama. Well tapi mungkin bukan sekarang waktunya. Tuhan masih menyimpan seseorang yang akan saya perjuangkan dan mau memperjuangkan saya itu kali ya :D


P.S : buat orang yang (mungkin) sampai sekarang masih berjuang untuk saya, terima kasih telah bersabar untuk saya.

Sunday, April 14, 2013

Embuhlah

Mau cerita ya, boleh?

Udah capek banget hari ini. Mau nangis rasanya tapi nggak bisa keluar air matanya. Mau marah tapi nggak tau marah sama siapa. Aku kesel, bete, capek, pusing, dan embuhlah sampe aku sendiri bingung.
Capek dari pagi udah ke kampus padahal ini weekend dan bisa banget buat santai dan istirahat setelah semingguan ini kuliahnya praktikum aja. Tapi ya nasib sabtu tetep harus ke kampus juga praktikum lagi, capek karena yang datang cuma 3 orang sedangkan yang lain sibuk sama urusan sendiri-sendiri. Udah gitu pas praktikum sampelnya nyelip dicari susahnya minta ampun dan akhirnya jadi kelompok terakhir yang praktikum, masih juga diceng-cengin anak-anak, di ketawain :(

Pulang ngampus masih juga siangnya sosialisasi ke masyarakat, itupun sampai mau maghrib baru kelar. Abis itu masih juga sampai kos dituntut ini itu sama temen yang nggak berangkat praktikum buat ngasih tau hasilnya. Udah gitu dia nanya-nanya mulu nggak ngerti-ngerti, nggak tau apa kalo orang ini lagi capek banget :( belum juga ngerjain laporan praktikum yang seabrek. IBUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU mau nangis :'(

Friday, March 08, 2013

Hujan

Aku suka segalanya tentang hujan.
Aku suka rintik airnya yang turun
Aku suka bau tanah yang muncul setelahnya
Aku juga suka pelangi yang kadang-kadang muncul ketika hujan telah reda

Aku sering menangis diam-diam kala hujan turun.
Hujan menyamarkan air mata ketika aku menangis.
Dia ikut menangis bersamaku, dia ikut merasakan pedih dan bahagia yang kurasakan.

Aku menyukai hujan,
Meskipun kadang hujan membuatku kesal,
Sering menjadi alasan aku membatalkan acaraku, Namun aku masih tetap menyukainya.

Hujan itu berkah dari Tuhan
Hujan yang turun pada masa kering akan membantu para petani yang kesulitan air.
Hujan itu berkah, karena memberikan kesejukan ketika hati sedang gersang.