Pada hari ketika kamu memutuskan untuk mengucapkan selamat tinggal, aku sudah berpasrah akan hal itu. Wajahmu cerah, tampak bahagia ketika akhirnya aku mengiyakan keinginanmu untuk berpisah. Kusambut wajah bahagiamu itu dengan senyum tipis setulus mungkin demi membuat kamu tenang dan tidak mengkhawatirkanku. Kamu lalu memelukku. Pelukan yang teramat hangat, sehangat pelukan pertamamu dulu. Mungkin ini adalah pelukan terhangat yang pernah kamu berikan untukku selama ini. Kamu lalu melepas pelukan itu dan segera berlalu meninggalkanku yang masih mematung dan memasang wajah tersenyum demi membuatmu bahagia sampai jejak langkahmu hilang dan tak tampak dari mataku. Aku mulai menangis selepas bayanganmu hilang. Lirih dan tanpa suara namun sangat menyayat perasaan. Aku tak berhenti menangis sampai seorang teman baik mengulurkan tangannya untuk meraihku. Dia tersenyum sangat manis. Semanis senyummu ketika kamu meninggalkanku. Ah lagi-lagi aku mengingatmu. Sial.
Wednesday, June 10, 2015
Saturday, June 06, 2015
Dolan Klaten
Karena liburan itu nggak selalu harus mahal. Yak benar sekali kalimat yang beberapa kali aku dengar itu. Sejatinya liburan itu nggak harus melulu pergi ke tempat-tempat baru yang memerlukan budget yang ekstra, cukup disesuaikan dengan dana yang ada di kantong. Kalau sekiranya bisa nabung untuk liburan ke tempat impian, ya monggo saja itu malah lebih baik. Namun, jika dana di kantong dirasa nggak cukup dan lebih dialokasikan untuk keperluan lain, itu juga pilihan yang tidak salah. Nah gimana dong caranya liburan tapi tetep murah meriah? Postingan kali ini bukan bermaksud memberi tips liburan dengan dana seadanya, cuma aku mau berbagi sedikit contoh liburan yang tidak memerlukan budget banyak dan jaraknya mudah dijangkau dari lingkungan rumahku.
Kira-kira beberapa bulan yang lalu, aku lupa tepatnya bulan apa namun aku ingat itu hari jumat karena saat kami (aku, dan kedua temanku) mencari lokasi-lokasi untuk foto banyak para lelaki berbaju koko yang menuju masjid. Oke ini nggak nyambung tapi yasudahlah ya mari kembali ke topik utama. Beberapa bulan lalu, aku, the newlywed Ifa dan Atika sedang jenuh-jenuhnya karena tidak ada aktivitas paska menyelesaikan sekolah kami. Karena kejenuhan itulah akhirnya kami bertiga merencanakan melakukan trip murah meriah ala kami. Nah sebelum melakukan trip (yang seharusnya lebih aku sebut sebagai photo session) ini, Atika yang punya beberapa akun sosial media yang hits sudah berselancar mencari tahu lokasi-lokasi yang cocok untuk dilakukan sesi foto, jadi pada saat eksekusi kami sudah tidak bingung lagi mau ke mana.
Here we goooo.....
Here we goooo.....
Thursday, May 14, 2015
Surat Sehat Jasmani, Rohani dan Bebas Narkoba di RSJD Klaten
Holaaaaaa....
Kali ini aku mau berbagi sedikit tentang pengalaman tes fisik jasmani rohani dan tes bebas narkoba yang baru pertama kali aku lakukan. Mungkin di antara kalian ada juga yang pernah melakukan tes ini, entah untuk keperluan sekolah atau kerja. Kalau aku sendiri alasan utama tes ini untuk keperluan kerja, lebih tepatnya mendaftar kerja sih. Jadi tempat yang aku mau daftar ini mensyaratkan kandidatnya melakukan tes sehat jasmani rohani dan bebas narkoba, jadilah aku pun menjalaninya demi masa depan cerah. Ceilah.
Jadi pagi sekitar pukul 08.30 aku ke Rumah Sakit untuk melakukan tes itu. Nggak deg-degan sih cuman nggak tahu aja nanti di sana ngapain :D Aku sendiri melakukan kedua tes tersebut di RSJD Dr. RM. SOEDJARWADI Klaten atau kalau orang-orang sini lebih sering menyebutnya 'Gal Dhuwur'.
Dilihat dari namanya Rumah Sakit ini memang memberikan pelayanan khusus yang menyangkut kondisi kejiwaan seseorang, baik itu di bidang pencegahan, pemulihan dan juga rehabilitasi. Namun ternyata berdasar pengamatan langsung pelayanan yang ditawarkan juga cukup banyak meliputi Klinik Jiwa, Klinik Tumbuh Kembang Anak, Klinik Ketergantungan Obat/NAPZA, Klinik Penyakit Syaraf, Klinik Kesehatan Gigi dan Mulut, Penyakit Dalam, VCT, dan beberapa Klinik lain yang aku lupa apa aja. Jadi nggak cuma khusus untuk menangani kejiwaan tapi juga ada beberapa pelayanan lainnya.
Friday, May 08, 2015
Kala
Suatu malam Ibu
bangun dengan keringat bercucuran di wajahnya yang sendu. Nafasnya terengah,
dadanya naik turun dan sedikit sesak merasakan perih yang tak kunjung hilang. Ibu mencoba
mengatur nafasnya kembali di antara engahan kelelahan. Ayah yang tidur di sampingnya
terbangun merasakan kasurnya yang bergoncang akibat engahan Ibu. Tanpa komando
Ayah menenangkan Ibu, mengelus punggung Ibu yang masih berguncang dengan
tangannya yang sedikit kasar. Ibu menoleh, memandang Ayah yang masih
menenangkan dengan tangan, mata dan senyum hangatnya. Sontak ibu memeluk Ayah,
menangis tanpa suara namun deras air matanya cukup membasahi piyama yang Ayah
kenakan. Mereka berpelukan. Lama. Hangat.
Hampir setiap malam
selama dua tahun ini Ibu selalu mengalami hal yang sama. Bermimpi tentang kejadian
yang telah merenggut putranya lalu menangis di pelukan Ayah. Menyalahkan dirinya
sendiri, menyesali kemalangan yang menimpa putranya. Ayah pun tak pernah lelah
melakukan hal yang sama, setiap malam selama dua tahun ini. Memeluk dan
menenangkan Ibu yang menangis tanpa suara dengan tangan hangatnya hingga Ibu
jatuh tertidur hingga pagi hari.
Kukila
Judul : Kukila
Penulis : M. Aan Mansyur (@hurufkecil)Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 192 halaman
Tahun terbit : 2012 (September)
Harga : Rp. 38.000
***
Nak, dua hal aku
benci dalam hidup: September dan pohon mangga. September tidak pernah
mau beranjak dari rumah. Betah. Ia sibuk meletakkan neraka di seluruh
penjuru. Di ruang tamu. Di ranjang. Di meja makan. Bahkan di dada. Batang
pohon mangga tetap selutut persis prasasti batu. Ia berdiri mengekalkan
dosa-dosa—dan dosa adalah pemimpin yang baik bagi
penyesalan-penyesalan.
Kukila adalah perempuan itu, yang
membenci September dan pohon mangga. Hidupnya didera rasa bersalah yang
besar, kepada mantan suaminya, mantan kekasihnya, dan anak-anaknya.
Kepada suratlah dia berbicara dan kepada pohon-pohonlah dia
menyembunyikan masa lalu, karena rahasia, konon, akan hidup aman dalam
batang-batang pohon.
Selain “Kukila (Rahasia Pohon Rahasia)”, di
dalam buku ini ada lima belas cerita pendek lain, dikisahkan dalam
kata-kata Aan Mansyur yang manis, bersahaja, kadang sedikit menggoda.
***
Subscribe to:
Posts (Atom)
