Tuesday, July 08, 2014

Belajar dari Aurel Hermansyah

Halooo, hari ini aku lagi selow(lebih tepatnya menselowkan diri sendiri) jadi aku mau bahas fenomena yang lagi marak sekarang-sekarang ini.
Dari judul potingan udah jelas kan ya kali ini aku mau bahas siapa. Yap, Aurel Hermansyah atau Loli, anak selebritis terkenal yang menurutku beberapa waktu belakangan ini lagi heitz banget dibahas sama anak gaul sosial media.
(pic via : infospecial dot net yang diambil dari instagram Loli)

Mari kita mulai bahas pelan-pelan ya. Kalau mau tahu kenapa Loli ini lagi sering dibahas, lagi sering jadi trending topic di antara anak-anak gaul sosmed #tsaelah maka mari kita coba kunjungi akun instagramnya Loli. Coba kita mulai buka foto-fotonya satu persatu dan mulai perhatikan komentar-komentar di box komennya, maka TADAAAAAAA kita akan menemukan beberapa komentar yang menakjubkan dari para followers atau yang cuma sekedar stalking untuk ngehina.
Yap, nggak sedikit komentar orang yang isinya menghina, menuduh dan intinya semacam menjelekkan Loli yang sekarang. Wait, Loli yang sekarang? Memangnya Loli yang dulu bukanlah Loli yang sekarang ya Jeng? *lalu nyanyi ala-ala Tegar*
Maksudku Loli yang dulu bukanlah Loli yang sekarang ini adalah tentang penampilannya. Coba dibandingkan penampilannya yang dulu dan yang sekarang, apa kalian melihat bedanya? Kalau aku pribadi, iya. Aku melihat perbedaan penampilannya Loli. Loli yang sekarang lebih mempertahankan penampilannya, lebih stunning, shining dan cantik abisss, tapi bukan berarti yang dulu enggak lho ya. Dulu dia juga cantik, manis sih lebih tepatnya karena warna kulitnya, tapi yang sekarang dia lebih stunning. Loli yang sekaramg ini (kalau dilihat dari foto-fotonya) lebih memperhatikan penampilannya, lebih seimbang proporsi tubuhnya, dan sudah pintar memadukan make up ke wajahnya.
Naaah, karena perubahan (yang kata-kata orang drastis tapi menurutku enggak) ini maka jadilah banyak orang yang menghina dan menuduh perubahan yang terjadi pada dirinya ini didapat secara instan, misalnya dengan operasi plastik. Nggak jarang komentar-komentar yang didapat Loli ini mengatakan kalau dia oplas lah, sedot lemak lah, atau apapun yang intinya mengarah ke hal negatif. Padahal, kalau kita mau mencoba berkhusnudzon dan berpikir bisa saja yang didapat Loli ini diperlukan perjuangan yang nggak mudah dan cepat. Aku ingat mamahnya pernah bilang, Loli bisa jadi kayak gini karena dia diet ketat, rajin perawatan, belajar make up dan usaha-usaha lain yang mungkin masih dilakukan.
Nah, aku setuju sih sama mamahnya Loli ini. Menurutku, apa yang didapatkan Loli ini memang melalui perjalanan yang kayak gitu. Dia dapat badan bagus karena dia mau usaha diet dan olahraga. Kalau nggak percaya coba diamati pipinya Loli, masih ada bakat chubby nya kok. Kalau dia operasi, kenapa nggak sekalian pipinya dibikin tirus permanen, tapi yang aku dapet dari fotonya beberapa ada yang chubby beberapa ada yang tirus. Jadi kemungkinan kecil kan untuk dibilang operasi?
Lalu,untuk masalah wajah yang putihan dan bersih yang membuat si Loli jadi flawless abiessss itu ya karena perawatan. Yap, kalau kita rutin perawatan hasilnya juga pasti ada. Memang butuh waktu yang lama, tapi toh yang penting berhasil dan membuat jadi lebih fresh. Apalagi si Loli, dengan fasilitas yang dia miliki, jelas bisa lah dia dapet perawatan yang paripurna yang bikin hasilnya cepet kelihatan.
Nah, kalau masalah wajah udah beres, mari kita pindah ke tata rias wajah dan rambut. Untuk urusan ini, aku ngiriiiiiiiiiiiiiiii abis sama Loli. Kenapa? Yaiyalah, di usia dia yang segitu dan usiaku yang segini, dia jauh lebih mateng urusan make up. Dia bisa mainin shading di wajahnya, alisnya pun lumayan paripurna. Lah gueee? Haloooo pake eyeliner aja masih sering bleber ke mana-mana -_- dan, nggak semua riasan wajahnya itu bikin dia kelihatan macam tante-tante, wong bagus gitu, nggak berlebihan sih menurutku. Kalau masih pada nggak percaya the miracle of make up, coba lihat ini

Bentar bentar deh Jeng, elu udah panjang lebar jelasin Loli yang ini itu macam fans fanatiknya itu, lalu hubungannya apa sama judul postingannya?
Hubungannya? ya ada lah, mari kita bahas lebih lanjut.
Aku bukan fansnya Loli, malah kadang jadi kesel gemes gitu kalau dia mulai bertingkah lucu sama pacarnya di twitternya hehe. Tapi ya kasihan juga kali kalau ngelihat komentar negatif orang itu. Akunya suka gemes gitu bacanya, kok ya pada tega amat bilang gitu. Pada nggak mikirin perasaanya Loli apa ya? Bisa aja loh, di belakang komentar-komentar itu dia nangis kejer curhat sama mamahnya, bisa aja loh dia jadi down dan malah tambah rapuh kayak hatiku ini, bisa aja loh hal-hal negatif lainnya juga akan terjadi sama dia.
Sadar nggak sih, kalau verbal bullying itu bisa jadi dua mata pisau. Yang bisa menerima verbal bullying dengan sabar, mungkin malah akan jadi termotivasi dan berusaha buat buktiin kalau dia bisa dan nggak kalah dari orang lain. Nah, kalau yang nggak punya kekuatan hati yang besar? Bisa aja loh dia jadi malah terpuruk, trauma dan yang paling buruk bisa saja bikin bunuh diri saking nggak kuatnya. Pernah mikir gitu nggak? But, she's not. SHE IS SURVIVE, AND FIGHT THEM BACK. Dia sibuk mengubah penampilannya jadi seorang putri dan semakin bersinar sementara yang hobi komenin tetep gitu-gitu aja, bahkan mungkin nggak jauh lebih baik dari Loli.
Loli membuktikan bahwa bullying nggak menghentikan langkahnya buat jadi lebih baik, buat jadi lebih dari yang suka ngehina dia.
Buat aku sendiri ya, untuk teguh nggak mikirin hinaan dan pandangan orang dan tetap sibuk menjadi lebih baik itu nggak mudah. So, bagi saya Loli ini cukup keren karena ya dia terlihat cuek dan biasa saja menghadapi hatersnya meskipun nggak tahu gimana dia aslinya.
Oke, udahan ya bahas Lolinya. Mungkin postingan ini agak sedikit nggak nyambung dan keluar dari tema, tapi ya tolong dimaafkan. Namanya juga manusia, tempatnya salah, keliru dan sandaran buat kamu #okemaap

Satu pesan lagi nih, ini sama sekali nggak ada hubungannya sama Loli tapi penting. Jangan lupa ya besok, 9 Juli bagi yang udah punya hak suara dateng ke TPS nya masing-masing trus coblos tuh Pemimpin yang menurut Kita yakini dan layak untuk memimpin bangsa Indonesia ini. Jangan sampai golput, karena satu suara golput dari kita bisa jadi akan dimanfaatkan untuk berbuat kecurangan. Jadi kalau kamu merasa dua calon ini nggak masuk kriteriamu, ya coblos aja dua-duanya biar nggak sah sekalian surat suaranya.
Satu lagi nih, besok kalau bisa datengnya pagi, biar kita masih bisa sempet nyoblos dan pastikan sebelum masuk ke bilik suara, kertas suara yang kita pegang masih bersih dan belum dicoblos orang lain, karena kertas suara itu hak kita bukan orang lain.
Eeeh satu lagi ding, jangan lupa besok selfie sama jari kelingking yang udah dicelup tinta yaaa 

\(‘▽’)/ #salamselfie


Klt, July '14

Thursday, May 01, 2014

Menyapa

Barangkali hal yang kulakukam tadi adalah hal bodoh untuk membunuh rindu. Sebelum aku menceritakan apa yang sudah kulakukan, akan kuceritakan detil yang menyebabkan aku ingin menulis tentang ini. Aku sedang membaca buku ketika tiba-tiba dengan seenaknya aku ingat pesan balasanmu yang sesungguhnya setengah mati ingin kubalas dengan ucapan 'Selamat malam' atau 'Selamat tidur' namun urung kulakukan karena gengsi ini lebih besar dari rasa rinduku.
Baiklah, kuakui aku merindukanmu secara tiba-tiba. Aku dengan impulsifnya menelusuri namamu di kontak ponselku dan menuliskan sapaan di kolom percakapan pesan singkat itu. Aku memang hanya menyapa namamu. Tiga huruf, sapaanmu yang tidak pernah sekalipun aku gunakan untuk memanggil namamu. Aku baru tahu sapaan itu ketika teman satu kelas kita yang juga teman bermain di komplek perumahanmu biasa memanggilmu dengan sapaan itu. Dan ya, aku suka sekali dengan sapaanmu itu.
Ada kebiasaan aneh yang sering kulakukan ketika aku rindu dengan orang, yaitu menyapa nama mereka melalui pesan singkat. Aku sudah sering melakukan itu, tentu saja tidak hanya kulakukan kepadamu karena banyak sekali orang yang kurindukan.
Aku perlu menunggu kira-kira sampai 15 menit hanya untuk mendapat balasan sapa darimu. Balasan yang sangat amat tidak menarik, ujarku dalam hati begitu membaca pesanmu itu.
Aku hampir kesal setengah mati membaca kata-kata singkat yang kamu tulis. Sama sekali tidak membantuku untuk meneruskan percakapan lanjutan antara kita. Kamu pikir untuk apa aku repot-repot mengirimu pesan kalau bukan karena aku rindu padamu. Ah, kamu dengan sialannya hanya membalas sekenanya. Padahal setelah aku mengirim pesanku itu, aku mengutuki diriku sendiri karena telah melakukan hal impulsif yang bodoh itu. Iya, aku ini memang perempuan yang memiliki gengsi tinggi untuk mengatakan bahwa aku rindu atau suka pada orang lain terlebih dulu.
Yah pokoknya aku kangen, kangen kamu. Ini mungkin hanya hal sepele dan tidak penting bagimu, tetapi aku cukup lega setelah melakukan hal itu tadi. Setidaknya aku tahu bahwa kamu cukup peduli untuk membalas pesan anehku-yang meskipun pada akhirnya berujung pada kekesalanku karena balasanmu-yang tidak penting itu.
Terima kasih dan selamat pagi yang terlalu dini untukmu, Tuan. Semoga hari ini dan seterusnya kamu bahagia selalu.

Smg, May '14

Thursday, April 10, 2014

Yang Saya Risaukan

Saya baru saja membaca suatu tulisan ketika pada akhirnya saya memutuskan untuk menulis ini. Kira-kira seperti ini bunyi kata-kata yang pada akhirnya memicu saya untuk mengunjungi ruang cerita saya ini.
Pikirkan apa yang kamu risaukan, lalu tuliskan- katabergerak
Ketika saya membaca kalimat tersebut, ingatan saya secara spontan mengarah ke tugas akhir saya. Bagi kalian yang sudah pernah merasakan berkenalan, berteman dengan tugas akhir, tentunya kalian merasakan hal yang mungkin saya rasakan. Atau memang saya saja yang terlalu berlebihan menafsirkan tugas akhir ini sebagai beban berat serta cobaan dalam masa-masa pendidikan yang saya jalani.
Apa kalian pernah merasakan didera perasaan yang entah apa namanya, setiap kalian ingat tugas akhir yang belum selesai? Saya merasakan hal itu. Saya tidak stres akut, hanya saja saya jadi lebih sering memikirkan tugas akhir saya itu di setiap waktu dan kegiatan yang saya lakukan. Pernahkah kalian merasakan tidur, namun kalian masih berpikir mengenai bagaimana mengurus surat penelitian tambahan, bagaimana sampelnya dihitung, bagaimana besok penelitiannya akan dilakukan, dan masih banyak pertanyaan bagaimana-bagaimana yang muncul ketika saya tidur. Tentu saja tidu saya ini bukan tidur berkualitas, karena saat seharusnya saya merasa rileks justru saya isi dengan memikirkan hal yang mengganggu pikiran saya. Saya tidak tahu apakah saya sengaja atau tidak selalu membawa pikiran itu di setiap kegiatan yang saya lakukan, namun yang pasti pikiran itu semacam hantu yang ke mana-mana selalu meneror saya untuk segera menyelesaikan apa yang sedang saya kerjakan.
Saya sendiri tentunya ingin segera menyelesaikan tugas akhir ini secepat yang bisa saya lakukan, selain karena saya juga sudah mulai jenuh memikirkan hal ini yang tak kunjung usai, pertanyaan-pertanyaan halus orang di sekitar saya tentang masa depan saya juga ikut mendesak saya segera menuntaskan hal ini. Saya jenuh mendengar orang-orang di sekitar saya bertanya 'lho, belum lulus toh? mau lulus kapan?' atau 'Sudah sampai mana Mbak skripsinya? Kok belum selesai?'
Namun, yang perlu saya sadari adalah bahwa tidak semua rencana berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang kita harapkan, ah atau mungkin saja saya yang kurang berusaha lebih keras agar rencana itu berjalan sesuai dengan target yang telah saya rencanakan.
Saya sadar kalau memang saya kurang berusaha dalam masalah ini, saya terlalu bersantai sedangkan teman-teman saya sudah melaju dengan kencangnya menyelesaikan skripsi mereka. Kamu tahu bagaimana rasanya melihat hampir sebagian teman-temanmu sudah berlari kencang menyelesaikannya, sedangkan kamu masih berjalan tertatih-tatih dan masih meraba-raba apa yang akan kamu lakukan? Saya merasakan hal itu, dan itu setidaknya cukup membuat beban pikiran dan hati saya semakin berat.
Sekarang yang bisa saya lakukan adalah berusaha lebih keras lagi, lebih fokus pada apa yang sedang saya hadapi dan tak acuh pada orang-orang sekitar saya yang sudah lebih dulu melangkah. Bukan, bukan saya bermaksud tidak peduli, hanya saja mencemaskan teman-teman saya yang sudah melangkah lebih dulu justru membuat saya semakin terpuruk, jadi ya demi menjaga ketenangan pikiran dan hati saya lebih memilih memikirkan diri saya sendiri, egois memang tapi ya sudahlah.

Klt, April 2014

Monday, March 17, 2014

Kampanye Gleyeran

Saya masih tidak paham dengan remaja-remaja bahkan orang dewasa yang gemar sekali membuat blong knalpot motornya agar menimbulkan bunyi bising yang bisa jadi akan membuat orang yang mendengarnya di jarak dekat secara terus-terusan menjadi tuli. Entah berapa desibel tingkat kebisingan yang ditimbulkan dari suara-suara itu.
Saya masih tidak paham mengapa orang-orang itu menganggap diri mereka keren awesome luar biasa sekali ketika dengan bangganya mereka menggleyer (saya tidak tahu apa bahasa indonesia dari kata itu) gas motor mereka dan membuat kerusuhan di jalan raya. Padahal yang sebenarnya mereka lakukan justru membuat pengguna jalan lain merasa terganggu (mungkin, atau hanya saya sendiri yang merasa terganggu).
Yap, saya memang tidak menyukai tindakan yang akhir-akhir ini sedang marak dan in di kalangan remaja dan dewasa di daerah tempat tinggal saya di masa kampanye pemilu ini. Pemilu, entah mengapa selalu saja menimbulkan ketidaknyamanan bagi saya pribadi, terutama masalah kampanye yang mengganggu kenyamanan publik ini.
Sampai saat ini saya masih gagal paham dengan tujuan kampanye yang menurut saya nggak mendidik dan norak ini. Sebenarnya apa yang dikejar dari tindakan kampanye berisik ini? Apakah ini semacam ajakan ke masyarakat di sekitar untuk ikut mendukung partai yang mereka jagokan?  Kalau sasaran kampanye seperti ini adalah orang seperti saya, justru saya tidak akan memilih partai yang mereka usung.
Menurut saya jenis kampanye ini hanya merugikan orang lain. Okay mungkin maksudnya hanya untuk menyemarakkan pemilu supaya lebih meriah, tapi apakah mereka tidak memikirkan kepentingan orang lain? Orang-orang yang tinggal di sekitar jalan yang digunakan untuk kampanye gleyeran mungkin merasa sangat mengganggu, terutama ibu-ibu yang memiliki anak bayi dan balita yang biasanya tidur siang, bukankah itu sangat mengganggu. Kalau saya yang punya bayi sih jelas akan merasa terganggu dan rasanya pengen ngegetok kepala orang-orang ini.
Selain mengganggu karena bisingnya, tak jarang para pelaku kampanye gleyeran ini suka seenaknya sendiri menggunakan jalan raya. Mengendarai motor melebihi batas jalan yang membuat pengendara dari arah lain kehilangan jatah menggunakan jalan bagian mereka,  jalan pelan-pelan yang kadang membuat kemacetan, dan hampir banyak yang tidak menggunakan helm. Padahal kan ya, helm itu APD wajib bagi pengendara motor. Hal sederhana macam itu yang tujuannya untuk keselamatan mereka sendiri saja dilupakan, apalagi kepentingan orang lain. Boro-boro dipikirkan.
Intinya, hari ini eh sejak kemarin saya pulang ke kota saya, saya dibuat kesal bukan main karena tingkah laku mereka karena merasa terganggu dengan kampanye gleyeran ini.
Yah semoga saja mereka-mereka ini cepat berpikir ulang deh untuk melanjutkan hal-hal seperti ini. Wong tindakan yang merugikan gini kok dipelihara, padahal kan masih banyak hal positif lain untuk menunjukkan kecintaan mereka terhadap partai yang mereka dukung.
Tulisan ini adalah curahan hati pribadi saya, jadi ya kalau kesannya subyektif ya harap maklum karena memang dari hati banget :p


Klaten, 17 Maret 2014

Saturday, February 01, 2014

Sambongsari

Kepada #SambongsariSquad yang tercinta..
Selamat malam kalian semua yang sudah menjadi bagian dalam hidup saya, kesayangan saya.
Surat cinta pertama di tahun ini khusus saya tulis untuk kalian, karena memang saya sedang amat rindu dengan kalian semua. Ini adalah malam pertama saya tidak tidur di posko setelah 3 minggu kita hidup bersama, dan asal kalian tahu, ada semacam bagian yang hilang ketika tidak ada kalian di hidup saya ini.
Saya berterima kasih dan bersyukur karena diizinkan bertemu dan mengenal kalian semua. Orang-orang yang tadinya saya tidak kenal sama sekali, yang tadinya saya pikir kalian adalah orang yang tidak banyak bicara, yang tadinya saya pikir mungkin 35 hari saya akan habis dengan kekesalan-kekesalan dan kebosanan namun ternyata semua terbantahkan. Kalian semua sungguh sangat menyenangkan, dan menghibur.
Terima kasih untuk 3 minggu yang telah kita lewati bersepuluh, terima kasih sudah memberikan kejutan yang meskipun cuma kue (saya berharap kalian memberikan kado untuk saya :p) saat ulang tahun saya kemarin, terima kasih untuk perempuan-perempuan kesayangan atas telinga yang setia mendengar keluh kesah dan kelakukan aneh saya. Terima kasih untuk lelaki-lelaki kesayangan yang sudah dengan ikhlas mengiyakan kemauan saya ketika saya tantrum kemarin, terima kasih untuk karaoke-karaoke gilanya, terima kasih untuk semuanya :*

Saya sayang sekali sama kalian :*

ps : selamat malam mingguan ya kalian semua :*

Klt, 01 Februari 2014